Pada penghujung purnama, adakah yang lebih kunantikan? Penjelajah belantara dengan cahaya redup Nestapa dalam secawan yang sulit terabaikan Kali ini hanya pengharapan dari janji-janji kalam-Mu Dan kaki-kaki lelah pun terus berjalan kearah-Mu Tangan-tangan terangkat mencari dalam suram Aku dan malam seribu bulan Pertemuannya bagai dahaga di sahara Kerinduan yang sampai Ada ketenangan dalam lautan tanpa ombak Tanpa gemuruh terpaan angin Cahayanya pun paling terang kadang tampak merona Keistimewaannya adalah hanya tampak olehku, tidak oleh pandangan yang lain Menutupi awan kelabu, menghapus gumpalan gulitaku…sekejap saja Namun.. sisa terangnya akan selalu menggeliat di hati, karena itulah… malam seribu bulan “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad-Dhukan: 3)
Aku dan Malam Seribu Bulan
Written By Muhammad Nasyiruddin on Rabu, 22 Agustus 2012 | 04.53
Pada penghujung purnama, adakah yang lebih kunantikan? Penjelajah belantara dengan cahaya redup Nestapa dalam secawan yang sulit terabaikan Kali ini hanya pengharapan dari janji-janji kalam-Mu Dan kaki-kaki lelah pun terus berjalan kearah-Mu Tangan-tangan terangkat mencari dalam suram Aku dan malam seribu bulan Pertemuannya bagai dahaga di sahara Kerinduan yang sampai Ada ketenangan dalam lautan tanpa ombak Tanpa gemuruh terpaan angin Cahayanya pun paling terang kadang tampak merona Keistimewaannya adalah hanya tampak olehku, tidak oleh pandangan yang lain Menutupi awan kelabu, menghapus gumpalan gulitaku…sekejap saja Namun.. sisa terangnya akan selalu menggeliat di hati, karena itulah… malam seribu bulan “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad-Dhukan: 3)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar