Hati (Kalbu), sebagaimana tubuh, juga dapat menjadi sakit. Namun sayangnya, orang yang mengidap penyakit hati sering kali tidak menyadari bahwa dirinya telah terjangkit penyakit-penyakit hati. Padahal penyakit hati ini bisa jadi justru memiliki pengaruh yang lebih destruktif dibandingkan penyakit fisik.
Orang yang mengidap penyakit hati tidak akan pernah menggapai kebahagian yang hakiki. Seandainya tujuan hidup adalah untuk menggapai kebahagiaan hidup, baik dunia maupun akhirat maka mau tidak mau kita harus dapat terbebas dari penyakit-penyakit hati tersebut. Oleh karena itu kita harus dapat mengidentifikasi apa saja yang merupakan penyakit hati. Kitapun perlu mencari sebuah metode yang tepat untuk mengetahui seberapa parah penyakit hati yang kita derita. Hal yang lebih penting lagi, seperti halnya tubuh yang sakit membutuhkan obat, begitu pula hati yang sakit.
Suatu ketika, pernah disebutkan kepada ibnu Abbas atau ibnu mas’ud bahwa orang-orang yahudi mengatakan, “sesungguhnya kami tidak pernah digoda (oleh syetan) dalam salat kami dan hati kami selalu hadir (khusyuk)?” maka, beliau menimpali, “memang benar sebab apa yang akan dilakukan oleh syetan terhadap hati yang sudah hancur?” maksudnya adalah bahwa hati orang-orang yahudi adalah hati yang sudah hancur dan agama mereka adalah agama yang bathil. Dengan demikian, setan tidak datang menggoda mereka karena ia tidak menginginkan yang lebih banyak dari pada keyakinan yang telah mereka yakini tersebut
(Syaamil Qur’an)
0 komentar:
Posting Komentar